POLA JABAR – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus memperkuat fondasi intelektual warganya melalui ajang Pemilihan Duta Baca Kota Bandung 2026. Memasuki tahun keempat pelaksanaannya, program ini diproyeksikan menjadi wadah bagi generasi muda untuk bertransformasi menjadi motor penggerak minat baca yang efektif di tengah masyarakat urban.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disarpus) Kota Bandung, Dewi Kaniasari, menegaskan bahwa inisiatif ini bukan sekadar perlombaan, melainkan implementasi dari mandat undang-undang dan regulasi daerah dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa.

Dewi menjelaskan bahwa tantangan terbesar saat ini adalah bagaimana mengemas aktivitas membaca agar tidak lagi dipandang sebagai kegiatan yang kaku, melainkan menjadi gaya hidup yang menyenangkan bagi semua kalangan.

“Program Kota Baca ini bertujuan mengkampanyekan budaya membaca dan menjadikan literasi sebagai kegiatan yang menarik di tengah masyarakat,” kata Dewi saat Sambutan dalam acara Gala Final Pemilihan Duta Baca Kota Bandung 2026, di Aula Balariung Disarpus, Kamis 30 April 2026.

Proses seleksi yang berlangsung ketat sejak Januari hingga Maret 2026 menyaring 49 pendaftar hingga menyisakan enam finalis terbaik. Para finalis ini berasal dari kategori remaja dan dewasa yang dipersiapkan untuk mengakselerasi minat baca di wilayah masing-masing.

“Kami ingin memotivasi dan memakselerasi gerakan pembudayaan kegemaran membaca, khususnya di Kota Bandung,” ujarnya.

Dewi optimistis bahwa kehadiran sosok-sosok pilihan ini akan mampu menciptakan dampak domino positif bagi lingkungan sosialnya.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menciptakan sosok-sosok yang mampu menularkan semangat membaca dan meningkatkan literasi masyarakat,” ucapnya.

Senada dengan hal tersebut, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyoroti urgensi literasi di tengah ledakan data pada era digital.