Opini ditulis oleh Dr. Mohamad Rudiana, S.Sn., M.Sn, Dosen Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Budaya Indonesia Bandung
POLA JABAR - Penganugerahan gelar “Icon of Indonesian Ethnik Music”kepada Dwiki Dharmawan dalam ajang MarkPlus Conference 2025 yang diselenggrakan tanggal 11 Desember di Ballroom 2, The Ritz – Carlton Jakarta Pacific Place, menjadi peneguhan penting terhadap kiprahnya dalam menghidupkan, mengembangkan, dan mempromosikan musik etnik Nusantara di kancah internasional.
Penghargaan ini bukan sekadar bentuk apresiasi individual, tetapi juga menandai bagaimana musik tradisi dapat bersanding dengan industri kreatif dan diplomasi budaya Indonesia di tingkat global.
MarkPlus Conference dan Spirit Pengembangan Industri Kreatif
MarkPlus Conference merupakan salah satu forum terkemuka di Asia yang konsisten menyoroti isu-isu pemasaran, inovasi, dan pengembangan industri kreatif.
Forum ini digagas oleh Hermawan Kartajaya, pendiri MarkPlus dan salah satu pakar pemasaran global kelahiran Surabaya, 18 November 1947.
Dikenal sebagai “Bapak Pemasaran Indonesia”, Hermawan juga menjabat sebagai Presiden World Marketing Association sejak tahun 2002 dan turut mendirikan Asia Marketing Federation.
Dalam lintasan pemikiran Hermawan Kartajaya, pemasaranmodern tidak hanya berkaitan dengan produk komersial, tetapijuga identitas budaya, kreativitas, dan nilai luhur bangsa.
Karena itu, penghargaan kepada figur seperti DwikiDharmawan sangat selaras dengan misi MarkPlus untuk memperkuat daya saing Indonesia melalui pilar budaya dan kreativitas.