POLA JABAR – Kesehatan jangka panjang tidak datang secara instan, melainkan dibangun melalui konsistensi kebiasaan sehari-hari. Mulai dari asupan nutrisi, pola tidur, hingga aktivitas fisik, lingkungan keluarga memegang peranan krusial sebagai fondasi utama pencegahan berbagai penyakit di masa depan.

Dalam siaran talkshow program KASEP (Kunjungan Aksi Sehat Edukasi dan Pelayanan) yang bekerja sama dengan PR FM pada Rabu, 13 Mei 2026, dr. Abdullah Firmansah, SpGK, Mkes, membedah strategi jitu mewujudkan "Bandung Sehat Dimulai dari Rumah".

Salah satu tantangan terbesar orang tua adalah menghadapi anak yang sulit makan. Menurut dr. Abdullah, kunci keberhasilannya bukan hanya pada rasa masakan, melainkan pada suasana yang diciptakan saat waktu makan tiba. Paksaan justru dapat berakibat buruk pada perkembangan psikologis anak.

“Anak yang sejak kecil dipaksa makan atau dimarahi saat makan bisa mengalami trauma. Akibatnya, waktu makan justru menjadi sesuatu yang menegangkan bagi anak,” ujarnya.

Ia menyarankan agar pengenalan sayuran seperti bayam dan wortel dilakukan secara perlahan sejak anak mulai bisa mengunyah.

“Anak sebenarnya bisa dilatih menyukai sayur sejak dini. Yang penting prosesnya dilakukan dengan sabar dan tanpa paksaan,” katanya.

Di tengah tren kuliner praktis, dr. Abdullah mengingatkan masyarakat akan bahaya laten makanan ultra proses. Tubuh manusia sebenarnya memiliki mekanisme pertahanan yang akan memberikan sinyal jika asupan yang masuk tidak sehat.

“Tubuh sebenarnya punya alarm alami. Kalau mulai muncul rasa enek, mual, atau kembung setelah mengonsumsi makanan tertentu, itu tanda tubuh mulai menolak,” jelasnya.

Bagi pecinta mie instan, ia memberikan batasan aman agar kesehatan tetap terjaga.