POLA JABAR – Fenomena Blue Moon atau Bulan Biru (purnama kedua dalam satu bulan kalender) selalu berhasil menarik perhatian publik.

Namun, di balik keindahannya, fenomena ini membawa dampak nyata terhadap dinamika air laut di bumi.

Bagi kamu yang tinggal di wilayah pesisir, memahami efek ini sangatlah penting untuk kewaspadaan dini.

Hubungan Gravitasi dan Spring Tide

Pasang surut air laut sangat dipengaruhi oleh gaya tarik atau gravitasi bulan. Karena Blue Moon merupakan fase bulan purnama (Full Moon), maka pada saat ini posisi bumi, bulan, dan matahari berada pada garis yang hampir sejajar.

Kondisi ini memicu fenomena yang disebut Spring Tide atau pasang surut purnama. Dalam fase ini, gaya tarik matahari dan bulan bergabung menjadi satu, sehingga tarikannya terhadap massa air laut di bumi menjadi sangat kuat.

Akibatnya, permukaan air laut akan mengalami pasang yang lebih tinggi dan surut yang lebih rendah dibandingkan hari-hari biasanya.

Risiko Banjir Rob di Wilayah Pesisir

Kenaikan permukaan air laut saat Blue Moon sering kali diikuti oleh risiko banjir pesisir atau yang lebih dikenal sebagai banjir rob. Beberapa faktor yang perlu diwaspadai meliputi: