POLAJABAR.COM - Kisah memprihatinkan yang dialami oleh Hana (10), seorang anak asal Sukabumi, Jawa Barat, akhirnya mendapatkan perhatian serius dari berbagai pihak. Bocah yang sempat viral di media sosial karena kecanduan menghirup aroma bensin ini kini telah dievakuasi untuk mendapatkan penanganan medis yang layak.

Proses evakuasi tersebut dilakukan oleh tim dari Yayasan Rumah Kepedulian yang berbasis di Jakarta. Langkah penyelamatan ini diambil setelah kondisi kesehatan dan psikologis Hana memicu keprihatinan luas dari masyarakat di dunia maya.

Keputusan untuk membawa Hana ke ibu kota bertujuan agar ia bisa mendapatkan pengobatan dan rehabilitasi yang lebih intensif. Ketergantungan terhadap uap bahan bakar dinilai sangat membahayakan tumbuh kembang serta kesehatan fisik sang anak dalam jangka panjang.

Di balik keberhasilan evakuasi ini, terdapat peran penting dari seorang warga lokal bernama Putri Rahma. Perempuan inilah yang pertama kali berinisiatif menghubungkan keluarga Hana dengan pihak-pihak yang dapat memberikan bantuan medis dan sosial.

"Kondisi Hana memang sangat memerlukan penanganan segera dari para ahli agar ia bisa sembuh dan tumbuh normal seperti anak-anak lainnya," ujar Putri Rahma saat menceritakan awal mula dirinya berusaha mencari bantuan untuk bocah tersebut.

Informasi mengenai kondisi Hana akhirnya sampai ke telinga Pratiwi Noviyanthi, pendiri Yayasan Rumah Kepedulian. Wanita yang akrab disapa Teh Novi tersebut segera mengutus timnya ke Sukabumi untuk menjemput Hana agar bisa segera dirawat.

"Kami berkomitmen untuk mendampingi Hana selama proses pengobatan di Jakarta hingga kondisinya benar-benar pulih secara fisik dan mental," kata Pratiwi Noviyanthi mengenai langkah tindak lanjut dari yayasannya.

Dikutip dari pemberitaan yang beredar, Hana saat ini sudah berada dalam pengawasan tim medis dan relawan di Jakarta. Diharapkan, perawatan intensif ini dapat memberikan masa depan yang lebih baik, sehat, dan aman bagi bocah malang tersebut.

Disclaimer: Artikel ini ditulis ulang secara otomatis oleh AI berdasarkan sumber Referensi: Detik. Kami menggunakan teknologi AI untuk menyajikan informasi ini kembali.