POLA JABAR – Kelapa sawit menjadi komoditas penting di Indonesia, tapi banyak yang salah kaprah soal fungsi lingkungannya.

Beberapa orang mengira perkebunan sawit bisa menahan air dan mencegah banjir, padahal kenyataannya berbeda.

Perlu dipahami bahwa struktur lahan dan karakter tanaman sawit membuatnya kurang efektif dalam meredam aliran air hujan.

1. Struktur Akar Sawit Kurang Optimal Menahan Air

Tanaman kelapa sawit memiliki sistem akar yang relatif dangkal dibandingkan pohon hutan tropis. Akibatnya:

  • Air hujan cepat meresap ke tanah atau mengalir ke sungai tanpa banyak tersimpan.
  • Kemampuan menahan air dan mengurangi limpasan permukaan jauh lebih rendah daripada hutan asli.

2. Deforestasi untuk Perkebunan Sawit

Luas lahan sawit biasanya berasal dari hutan yang ditebang. Dampaknya:

  • Hilangnya vegetasi alami yang mampu menyerap air dalam jumlah besar.
  • Tanah yang sebelumnya subur dan berstruktur kompleks menjadi lebih padat, mempercepat aliran air permukaan dan meningkatkan risiko banjir.