POLA JABAR - Bagi siapa pun yang pernah melangkah kaki di jalanan berbatu di Roma atau Florence, pemandangan etalase warna-warni gelateria tentu bukan hal yang asing. Namun, bagi masyarakat Italia, gelato bukan sekadar "es krim versi Italia". Ia adalah sebuah mahakarya kuliner yang melibatkan sejarah panjang, aturan teknis yang ketat, serta dedikasi terhadap kesegaran bahan.

Mengacu pada berbagai catatan kebudayaan Italia seperti yang diulas oleh Italy Magazine, terdapat beberapa fakta mendalam yang membedakan gelato dari produk olahan susu beku lainnya di dunia.

1. Komposisi Udara yang Jauh Lebih Sedikit

Salah satu perbedaan paling mendasar antara gelato dan es krim Amerika terletak pada kepadatan teksturnya. Es krim komersial sering kali diaduk dengan kecepatan tinggi untuk memasukkan udara sebanyak mungkin (dikenal sebagai overrun), terkadang hingga mencapai 50 persen dari volume produk.

Gelato, sebaliknya, diaduk dengan kecepatan yang sangat rendah. Proses ini menghasilkan kandungan udara yang sangat minim, biasanya hanya berkisar antara 20 hingga 30 persen. Hasilnya adalah tekstur yang jauh lebih padat, lembut, dan memberikan sensasi rasa yang lebih intens di setiap suapan karena tidak terhalang oleh gelembung udara yang berlebih.

2. Kandungan Lemak yang Lebih Rendah

Banyak orang terkejut saat mengetahui bahwa gelato sebenarnya lebih rendah lemak dibandingkan es krim tradisional. Es krim umumnya memiliki kandungan lemak susu antara 10 hingga 25 persen. Sementara itu, gelato otentik hanya mengandung sekitar 4 hingga 9 persen lemak.

Hal ini terjadi karena gelato menggunakan lebih banyak susu cair daripada krim kental. Karena kandungan lemak yang lebih rendah, lidah manusia dapat menangkap rasa asli dari bahan-bahan pendukung—seperti buah-buahan segar, kacang pistacio, atau cokelat—dengan jauh lebih tajam dan cepat.

3. Suhu Penyajian yang Spesial