POLA JABAR – Selama ini, banyak dari kita yang menjadikan buah sebagai "pencuci mulut" atau hidangan penutup setelah makan besar.

Namun, dalam konsep food combining (penyelarasan makanan), urutan tersebut dianggap kurang tepat bagi sistem pencernaan kita.

Ternyata, ada alasan biologis yang kuat mengapa para ahli kesehatan menyarankan untuk mengonsumsi buah sebelum menyantap nasi dan lauk pauk. Mengapa demikian? Berikut penjelasannya:

1. Kecepatan Cerna yang Berbeda

Buah-buahan adalah kelompok makanan yang sangat cepat dicerna oleh tubuh, biasanya hanya butuh waktu 20–30 menit untuk melewati lambung. Sementara itu, karbohidrat kompleks (nasi), protein, dan lemak membutuhkan waktu jauh lebih lama, yakni berkisar 2 hingga 4 jam.

Jika Anda makan buah setelah makan nasi, maka buah tersebut akan "tertahan" di lambung menunggu nasi selesai dicerna. Akibatnya, kandungan gula dalam buah bisa mengalami fermentasi di dalam lambung, yang seringkali memicu perut kembung, begah, atau gas berlebih.

2. Penyerapan Nutrisi Lebih Maksimal

Saat perut dalam keadaan kosong, sistem pencernaan dapat menyerap vitamin, mineral, dan antioksidan dari buah secara langsung tanpa hambatan. Makan buah sebelum makan besar memastikan nutrisi mikro tersebut tidak terbuang sia-sia dan langsung masuk ke aliran darah untuk memberi energi.

3. Membantu Kontrol Porsi Makan