POLA JABAR - Hubungan antara konsumsi garam khususnya komponen natrium di dalamnya dengan peningkatan tekanan darah bukanlah mitos, melainkan fakta ilmiah yang didukung oleh berbagai penelitian. Garam (Natrium Klorida/NaCl) merupakan mineral esensial, namun asupan berlebihan memicu serangkaian mekanisme fisiologis dalam tubuh yang secara langsung mempengaruhi sistem kardiovaskular.
Peningkatan kadar natrium dalam aliran darah menyebabkan tubuh menahan air dalam upaya menjaga keseimbangan cairan. Retensi air ini otomatis meningkatkan volume total darah yang beredar dalam pembuluh darah.
Ketika volume darah bertambah sementara ukuran pembuluh darah tetap, jantung dipaksa untuk memompa lebih keras guna mendorong peningkatan volume cairan tersebut.
Peningkatan kerja jantung dan tekanan pada dinding pembuluh darah inilah yang berujung pada hipertensi atau tekanan darah tinggi. Hipertensi yang tidak terkontrol, pada gilirannya, menjadi faktor risiko utama berbagai penyakit kardiovaskular serius, termasuk serangan jantung, stroke, dan gagal ginjal. Dalam konteks ini, American Heart Association (AHA) secara konsisten menyoroti bahaya konsumsi natrium berlebih dan merilis pedoman ketat untuk membatasi asupannya.
Menurut American Heart Association, asupan natrium yang tinggi secara signifikan meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, terutama pada kelompok individu yang disebut sensitif garam (salt-sensitive).
Untuk menjaga kesehatan jantung yang optimal dan mengurangi risiko hipertensi, AHA merekomendasikan asupan natrium harian ideal tidak lebih dari 1.500 miligram (mg) untuk sebagian besar orang dewasa. Meskipun AHA menetapkan batas maksimal yang masih dapat diterima adalah 2.300 mg per hari (setara dengan sekitar satu sendok teh garam), target ideal 1.500 mg dianggap memberikan manfaat kesehatan jantung yang paling besar.
Panduan ini menekan pentingnya membatasi garam bukan hanya pada garam meja, tetapi juga pada makanan olahan, makanan cepat saji, dan bumbu kemasan yang sering kali menjadi penyumbang natrium terbesar dalam pola makan sehari-hari.***