POLA JABAR – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung melakukan langkah masif dalam menangani persoalan kebersihan melalui perluasan program unggulan bernama “Sasapu Bandung”. Program ini kini tidak hanya mencakup area terbatas, melainkan telah diperluas secara signifikan untuk menjangkau titik-titik krusial di seluruh penjuru kota.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa inisiatif ini dirancang sebagai solusi taktis dan terukur untuk menjawab tantangan struktural terkait sampah yang selama ini dihadapi Kota Bandung.

Kesuksesan Sasapu Bandung tidak lepas dari kolaborasi erat antara Pemerintah Kota Bandung dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Program ini juga mendapatkan dukungan penuh dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Sinergi ini diwujudkan melalui bantuan personel tambahan sebanyak 130 tenaga kebersihan dari Pemprov Jabar guna mempercepat proses pembersihan di lokasi-lokasi prioritas.

“Ini bukan sekadar kegiatan bersih-bersih. Ini adalah gerakan perubahan pola kerja dan pola pikir. Aparat kewilayahan harus turun langsung, melihat kondisi nyata di lapangan,” ujar Farhan di Teras Sunda Cibiru, Kota Bandung, Sabtu, 25 April 2026.

Berdasarkan hasil evaluasi awal, Pemkot Bandung memutuskan untuk meningkatkan jangkauan program secara drastis.

Jika sebelumnya kegiatan ini hanya dilaksanakan di 46 titik, kini cakupannya meluas menjadi 181 titik. Perluasan ini merupakan respons atas belum maksimalnya capaian kebersihan pada tahap awal pelaksanaan.

Ciri khas utama dari program Sasapu adalah kewajiban bagi seluruh aparat kewilayahan, mulai dari Camat hingga Lurah, untuk terjun langsung ke lapangan setiap hari Minggu pada pukul 04.00 hingga 07.00 WIB.

“Tidak bisa hanya duduk di kantor. Harus lihat langsung. Dengan begitu, solusi yang diambil juga lebih tepat,” ucap Farhan.