POLA JABAR - Ketika cuaca panas menyengat, bayangan akan camilan dingin yang manis sulit untuk ditolak. Di hadapan etalase pencuci mulut, kita sering kali dihadapkan pada dua pilihan utama: gelato atau es krim. Keduanya menawarkan kelezatan yang menggoda, namun bagi mereka yang peduli pada kesehatan dan asupan kalori, pertanyaan besarnya adalah mana yang memberikan dampak lebih baik bagi tubuh?

Berdasarkan tinjauan medis dan nutrisi dari webmd.com, perbedaan antara keduanya bukan sekadar pada tekstur atau asal negaranya, melainkan pada komposisi bahan yang memengaruhi profil kesehatan secara keseluruhan.

Kandungan Lemak: Keunggulan di Sisi Gelato

Salah satu perbedaan yang paling mencolok menurut standar kesehatan adalah kandungan lemak susu. Es krim secara definisi hukum di banyak negara harus mengandung setidaknya 10 persen lemak susu, dan banyak merek premium bahkan mencapai 15 hingga 25 persen lemak. Hal ini dikarenakan es krim menggunakan porsi krim yang jauh lebih banyak daripada susu.

Sebaliknya, gelato lebih banyak menggunakan susu dibandingkan krim, sehingga kandungan lemaknya jauh lebih rendah, biasanya berkisar antara 4 hingga 9 persen. 

Bagi individu yang sedang membatasi asupan lemak jenuh demi kesehatan jantung atau pengelolaan berat badan, gelato secara teknis menawarkan angka lemak yang lebih rendah per porsinya.

Gula dan Kalori: Perbandingan yang Ketat

Meski menang dalam urusan rendah lemak, gelato memiliki sisi lain yang perlu diperhatikan: kandungan gula. Karena gelato memiliki kandungan lemak yang lebih sedikit, produsen seringkali menambahkan sedikit lebih banyak gula untuk memastikan teksturnya tetap lembut dan tidak mengeras seperti es batu saat dibekukan.

Secara kalori, perbedaan keduanya mungkin tidak terlalu drastis jika dibandingkan dalam volume yang sama.