POLA JABAR - Dunia dessert beku seringkali membuat kita terjebak dalam dilema antara kelezatan dan kesehatan. Dua primadona yang paling sering dibandingkan adalah gelato dan es krim (ice cream). Meski secara visual keduanya tampak serupa, ada perbedaan mendasar dalam struktur kimianya, terutama pada kandungan lemak yang menentukan tekstur serta sensasi di lidah.

Berdasarkan tinjauan nutrisi yang kerap dibahas oleh para ahli kesehatan, perbedaan lemak ini bukan sekadar angka, melainkan hasil dari metode produksi yang sangat kontras.

Komposisi Bahan Utama: Susu vs Krim

Perbedaan utama terletak pada bahan dasar yang digunakan. Es krim, sesuai namanya, sangat mengandalkan krim sebagai komponen utama. Standar industri biasanya mengharuskan es krim memiliki kandungan lemak susu setidaknya 10 persen, bahkan banyak produk premium yang mencapai angka 15 hingga 25 persen lemak.

Di sisi lain, gelato menggunakan lebih banyak susu cair daripada krim. Hal ini secara otomatis menekan angka kandungan lemaknya secara signifikan. Secara rata-rata, gelato hanya mengandung sekitar 4 hingga 9 persen lemak. Bagi Anda yang sedang memantau asupan lemak jenuh, gelato menawarkan alternatif yang lebih ringan namun tetap memberikan kepuasan rasa yang mendalam.

Rahasia Tekstur: Udara dan Kepadatan

Mungkin Anda bertanya-tanya, jika lemak gelato lebih rendah, mengapa teksturnya terasa lebih padat dan "lengket" dibandingkan es krim? Jawabannya terletak pada proses churning atau pengadukan.

Es krim diaduk dengan kecepatan tinggi untuk memasukkan banyak udara ke dalam adonan. Udara ini bisa mengisi hingga 50 persen dari total volume es krim, membuatnya terasa ringan dan mengembang. 

Sebaliknya, gelato diaduk dengan kecepatan yang jauh lebih lambat. Proses ini meminimalkan jumlah udara yang masuk, menghasilkan tekstur yang sangat padat. Kepadatan inilah yang memberikan persepsi bahwa gelato sangat kaya rasa, meskipun kandungan lemaknya jauh di bawah es krim.