POLA JABAR – Kota Kembang kembali membuktikan daya tariknya sebagai destinasi favorit bagi wisatawan domestik selama musim mudik dan libur panjang Idulfitri 1447 Hijriah. Berdasarkan laporan terbaru, tingkat hunian hotel atau okupansi di Kota Bandung selama libur Lebaran 2026 menunjukkan tren peningkatan signifikan.

Fenomena ini menjadi angin segar bagi pelaku usaha di sektor pariwisata setelah masa persiapan yang panjang.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, memberikan gambaran optimistis mengenai performa industri perhotelan di wilayahnya. Menurut pantauan tim di lapangan, geliat ekonomi dari sektor ini sudah terasa sejak hari pertama lebaran, namun mencapai puncaknya pada pertengahan minggu liburan.

Dalam keterangannya di Balai Kota Bandung pada Jumat, 27 Maret 2026, Farhan menyebutkan bahwa kategori hotel menengah ke atas mendapatkan limpahan tamu yang paling besar. Hal ini menunjukkan bahwa standar kenyamanan dan fasilitas menjadi pertimbangan utama para pelancong tahun ini.

“Hotel bintang 3 sampai bintang 5 di atas 50 persen, rata-rata mendekati 50 persen dengan jumlah kamar yang sangat banyak, ujar Farhan menjelaskan distribusi keterisian kamar secara umum.

Meskipun secara rata-rata berada di angka tersebut, lonjakan yang lebih fantastis terjadi pada periode tertentu. Wisatawan tidak hanya datang untuk berkunjung singkat, tetapi banyak yang memilih untuk menetap beberapa hari demi mengeksplorasi destinasi kuliner dan belanja di Bandung.

Data statistik menunjukkan bahwa antusiasme masyarakat untuk berlibur di Bandung mencapai titik tertingginya pada masa arus balik atau periode setelah hari raya. Farhan mengungkapkan bahwa kapasitas hotel hampir penuh total pada tanggal-tanggal krusial tersebut.

“Tingkat hunian hotel sampai di atas 90 persen pada H+2 dan H+3,” tegas Farhan.

Angka ini mencerminkan keberhasilan Kota Bandung dalam mengelola daya tarik wisatanya sehingga mampu menarik ribuan orang untuk menginap di tengah persaingan destinasi wisata lain di Jawa Barat.