POLA JABAR – Kota Bandung dan sekitarnya dikejutkan oleh guncangan gempa bumi berkekuatan Magnitudo (M) 2,7 pada Jumat pagi, 30 Januari 2026, pukul 05.13 WIB. Menanggapi fenomena alam ini, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, langsung mengambil langkah tegas dengan menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk melakukan mitigasi dampak secara menyeluruh.
Berdasarkan data resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa atau episenter terletak pada koordinat:
Titik Koordinat: 6,88 Lintang Selatan dan 107,79 Bujur Timur.
Lokasi: Darat, sekitar 14 km arah Timur Kota Bandung.
Kedalaman: 5 kilometer.
Wali Kota Muhammad Farhan menekankan bahwa langkah mitigasi harus dilakukan dengan cepat dan terukur. Hal ini bertujuan untuk memastikan keselamatan publik serta meminimalisir risiko dari aktivitas seismik tersebut.
"Saya minta BPBD langsung bergerak melakukan pemantauan lapangan, memastikan tidak ada dampak serius terhadap bangunan dan keselamatan warga," tegas Farhan.
Selain pemantauan fisik, Farhan juga memerintahkan BPBD untuk memperkuat koordinasi dengan BMKG. Sinergi ini dianggap krusial untuk memantau potensi gempa susulan agar langkah antisipasi dini dapat segera diambil jika diperlukan.
Di tengah situasi ini, Muhammad Farhan meminta warga Kota Bandung untuk tidak panik namun tetap meningkatkan kewaspadaan. Ia mengingatkan kembali pentingnya memahami protokol kesiapsiagaan bencana yang selama ini telah disosialisasikan.