POLA JABAR - Di tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi yang semakin pesat, keberadaan komunitas budaya menjadi salah satu elemen penting dalam menjaga kesinambungan nilai-nilai tradisi.
Globalisasi tidak hanya membawa peluang bagi pertukaran budaya, tetapi juga menghadirkan tantangan terhadap keberlangsungan identitas budaya lokal.
Dalam konteks ini, komunitas budaya berperan sebagai ruang kolektif bagi masyarakat untuk merawat, mengembangkan, dan mentransmisikan nilai-nilai budaya kepada generasi berikutnya.
Salah satu komunitas yang berperan aktif dalam upaya tersebut adalah Gentra Lestari Budaya (GLB). Komunitas ini terbentuk pada tahun 2018 sebagai sebuah forum yang menghimpun para aktivis seni dan budaya, serta para pecinta kebudayaan dari berbagai latar belakang profesi. Anggota komunitas ini berasal dari berbagai kalangan, mulai dari seniman film, musisi, penari, komunitas seni dan budaya, tokoh masyarakat, hingga pejabat pemerintahan dan masyarakat umum.
Keragaman latar belakang tersebut menjadikan GLB sebagai ruang dialog dan kolaborasi lintas profesi dalam mengembangkan kegiatan seni dan budaya.
Sejak awal berdirinya, GLB yang diprakarsai oleh sejumlah tokoh yang memiliki kepedulian terhadap kebudayaan Indonesia. Salah satu pendirinya adalah Ratu Ratna Dewi Kartika yang dikenal Bunda Ratu, yang hingga saat ini menjabat sebagai Ketua Umum.
Di bawah kepemimpinannya, GLB mengembangkan berbagai program yang berorientasi pada pelestarian budaya sekaligus penguatan identitas kebangsaan. Kepemimpinan yang berlandaskan semangat pengabdian terhadap budaya Nusantara menjadikan organisasi ini terus aktif dalam berbagai kegiatan seni dan kebudayaan.
Secara konseptual, GLB menempatkan kebudayaan sebagai fondasi penting dalam membangun identitas bangsa. Visi organisasi ini menekankan pentingnya membangun identitas yang utuh dalam mewujudkan cita-cita bangsa, negara, masyarakat, dan kebudayaan.
Sementara itu, misi yang dijalankan mencakup upaya menjaga, mengembangkan, serta melestarikan budaya luhur Nusantara sebagai identitas bangsa.