POLA JABAR – Sinergi lintas sektoral antara pemerintah pusat dan daerah resmi dimulai guna melakukan transformasi besar-besaran pada sistem pendidikan dan pelatihan vokasi di Jawa Barat. Aksi nyata ini dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno, Menteri Pariwisata Widianti Putri Wardhana, dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Langkah ini diambil untuk memastikan lulusan lembaga pendidikan memiliki kompetensi yang relevan dengan dinamika industri saat ini, sekaligus menekan angka pengangguran di wilayah Jawa Barat.
Menko PMK Pratikno menegaskan pentingnya integrasi antara Balai Latihan Kerja (BLK) dengan sektor industri sebagai penyerap tenaga kerja.
Menurutnya, kurikulum pendidikan harus adaptif terhadap perubahan teknologi dan kebutuhan pasar agar tidak terjadi kesenjangan keterampilan.
"Jangan sampai pendidikan kita justru mengajarkan keterampilan yang sudah tidak relevan lagi. Revitalisasi ini, selain menyiapkan yang sesuai kebutuhan juga dapat memunculkan kesempatan pekerjaan-pekerjaan baru," jelasnya di Bale Pakuan, Rabu (22/4/2026).
Pendidikan vokasi masa kini dituntut tidak hanya mencetak pencari kerja (job seeker), tetapi juga wirausahawan yang mampu menciptakan lapangan kerja baru, baik di sektor teknologi modern maupun usaha berbasis potensi lokal.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, memberikan catatan kritis mengenai fenomena pengangguran di Jabar. Ia menyoroti ironi di mana lulusan pendidikan tinggi terkadang lebih sulit terserap pasar kerja dibandingkan mereka yang berpendidikan rendah, karena enggan melirik potensi ekonomi di sektor tradisional.
Dedi memberikan contoh nyata pada kelangkaan pengrajin anyaman bambu hingga tenaga terampil di sektor perkebunan kopi dan teh, padahal komoditas tersebut memiliki nilai ekonomi yang sangat tinggi di pasar global.
"Jumlah pemetik teh, pemetik kopi juga semakin menurun, padahal teh dan kopi memiliki nilai tinggi. Jadi sebenarnya pasar kerja itu bisa dibangun dalam ruang inovasi, termasuk vokasi yang dikembangkan menyesuaikan kearifan lokal," tuturnya.