POLA JABAR – Membagikan momen bahagia di media sosial kini menjadi kebiasaan banyak orang.
Foto liburan, pencapaian kerja, atau momen spesial keluarga sering diunggah dengan tujuan berbagi kebahagiaan.
Namun, tidak semua orang merespons kebahagiaan tersebut dengan perasaan positif. Ada yang melihatnya dengan iri, dengki, atau bahkan kebencian, yang bisa menimbulkan mata jahat atau penyakit ‘ain.
Selain datang dari orang yang iri, ain juga bisa muncul akibat kagum berlebihan terhadap sesuatu tanpa disertai zikir kepada Allah Swt.
Dampaknya bisa dirasakan oleh orang yang berbagi kebahagiaan, mulai dari kesehatan fisik, psikologis, hingga hubungan sosial.
Tips Bijak Berbagi di Media Sosial:
- Niatkan berbagi, bukan pamer. Pastikan unggahan momen bahagia diniatkan untuk berbagi inspirasi atau kebahagiaan, bukan untuk pamer atau merendahkan orang lain.
- Tetap dzikir dan bersyukur. Saat merasa bangga atau kagum dengan pencapaian sendiri, selipkan kalimat dzikir seperti masyaaAllah atau barakallah agar hati tetap bersih.
- Respon positif terhadap orang lain. Ketika melihat pencapaian atau kebahagiaan orang lain, tanggapi dengan rasa turut berbahagia, bukan iri atau dengki.
- Bijak dalam memilih momen yang diunggah. Tidak semua kebahagiaan perlu dibagikan. Pertimbangkan konteks dan dampaknya terhadap diri sendiri maupun orang lain.
Dengan menerapkan cara-cara tersebut, kebahagiaan yang dibagikan di media sosial dapat membawa energi positif, dan potensi terkena dampak ain bisa diminimalkan.
Kunci utamanya adalah niat yang tulus, dzikir kepada Allah Swt dan selalu menjaga hati tetap bersih dari iri dan dengki.