POLA JABAR - Banyak orang belum menyadari bahwa jam dan menu makan di malam hari tidak hanya menentukan kesehatan pencernaan, melainkan juga memegang kendali atas kondisi psikologis dan mood seseorang.
Kebiasaan malam yang keliru bisa menjadi pemicu utama mengapa seseorang merasa lebih mudah cemas dan stres.
Hubungan antara tekanan mental dan nafsu makan ini sangat erat. Dilansir dari Eating Well, ahli gizi Amanda Sauceda menjelaskan bahwa ketika seseorang berada dalam kondisi tertekan, tubuh akan memproduksi hormon kortisol dalam jumlah lebih tinggi.
Hormon inilah yang menjadi dalang di balik munculnya rasa lapar emosional, terutama keinginan kuat untuk menyantap hidangan yang padat gula, lemak, serta kalori tinggi.
Lebih lanjut, asupan nutrisi yang ideal sebenarnya bertindak sebagai benteng pertahanan bagi kesehatan mental.
Sebaliknya, jika seseorang memelihara pola makan yang buruk, hal tersebut justru berpotensi meningkatkan risiko stres, memperparah kecemasan, hingga memicu gangguan tidur yang serius.
Bahaya Mengonsumsi Makanan Terlalu Dekat dengan Jam Tidur
Salah satu kekeliruan yang paling sering dilakukan adalah menyantap makanan berat sesaat sebelum berbaring di tempat tidur.
Ahli gizi Patricia Kolesa memperingatkan bahwa menyantap hidangan kurang dari tiga jam sebelum tidur akan memaksa organ pencernaan bekerja ekstra keras di saat tubuh seharusnya beristirahat.