POLA JABAR – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, secara resmi menyatakan komitmennya untuk mengembalikan masa kejayaan sektor kesehatan di Kota Kembang. Fokus utama kali ini diarahkan pada kebangkitan Rumah Sakit Rajawali yang diproyeksikan menjadi ikon sekaligus pusat layanan kesehatan unggulan bagi warga di wilayah barat kota.

Pernyataan tersebut disampaikan Farhan saat meresmikan Rumah Sakit Primaya Rajawali Hospital pada Rabu, 15 April 2026. Dalam sambutannya, ia mengenang sejarah panjang rumah sakit tersebut sebagai rujukan utama masyarakat di masa lalu.

“Rumah Sakit Rajawali ini pernah menjadi ikon layanan kesehatan prima di Kota Bandung, sekarang kita mulai lagi langkah awal untuk bangkit,” kata Farhan.

Farhan optimis bahwa upaya keras yang dilakukan selama bertahun-tahun telah meningkatkan kepuasan publik terhadap layanan kesehatan.

Namun, ia menekankan bahwa kemajuan fasilitas kesehatan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, melainkan harus melibatkan sinergi antara sektor swasta dan lembaga masyarakat.

Salah satu bukti nyata kolaborasi tersebut adalah kerja sama RS Rajawali dengan institusi kesehatan seperti Primaya dan Melinda.

Farhan menilai kemitraan ini merupakan solusi strategis untuk menghadirkan layanan yang lebih berkualitas dan merata, terutama di kawasan yang selama ini masih kekurangan fasilitas kesehatan yang memadai.

Meskipun infrastruktur terus diperkuat, Wali Kota Bandung mengakui adanya tantangan besar terkait aksesibilitas finansial bagi warga. Ia menyoroti pentingnya integrasi layanan rumah sakit dengan program BPJS Kesehatan, yang kini memiliki proses seleksi yang semakin ketat.

“Ini tantangan kita bersama bagaimana layanan kesehatan ini bisa terkoneksi dengan BPJS. Kita harus berjuang bersama,” ujarnya.