POLA JABAR - Pada hari Senin 1 Desember 2025 diadakan kegiatan asistensi penyusunan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) Tahun 2025, di Savoy Homman,
Sekretaris Daerah Kota Bandung, Iskandar Zulkarnain menyampaikan jika Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung akan terus berupaya untuk memperkuat tata kelola pemerintahan yang profesional, responsif, dan berbasis data.
Dirinya juga mengatakan jika pendampingan dan arahan teknis yang selama ini diberikan oleh tim nasional dari Kementerian Dalam Negeri menjadi landasan penting dalam meningkatkan kualitas perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, hingga pelaporan kinerja pemerintahan.
“Pendampingan dan asistensi yang dilakukan selama ini menjadi rujukan penting bagi kami untuk meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan secara menyeluruh,” ujar Zul Sapaan Akrabnya.
Zul juga menjelaskan jika dinamika pembangunan Kota Bandung sebagai kota besar menghadirkan tantangan yang tidak ringan. Di antaranya keterbatasan ruang kota, kemacetan, kebutuhan layanan publik yang cepat dan adaptif, penanganan banjir, stabilitas sosial, hingga konsistensi reformasi birokrasi.
“Tantangan-tantangan inilah yang mendorong kita untuk terus memperkuat tata kelola pemerintahan yang profesional, responsif, dan berbasis data,” jelasnya.
Meski menghadapi berbagai tantangan, Zul menyampaikan rasa syukurnya karena indikator makro pembangunan Kota Bandung menunjukkan tren positif dari tahun ke tahun.
Beberapa capaian tersebut di antaranya:
• Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) meningkat menjadi 4,26, tertinggi di Jawa Barat pada 2024.
• Standar Pelayanan Minimal (SPM) mencapai 100% pada hampir seluruh urusan.
• Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) turun signifikan dari 11,46% menjadi 7,40%.
• Penurunan gini rasio dan angka kemiskinan.
• Munculnya berbagai inovasi pelayanan publik berbasis teknologi dan kolaborasi lintas sektor.