POLA JABAR – Hubungan bilateral antara Indonesia dan Republik Korea semakin solid, terutama dalam sektor pendidikan tinggi, sains, teknologi, dan riset. Langkah penguatan ini dibahas secara mendalam dalam pertemuan resmi antara Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, dengan Duta Besar Republik Korea untuk Indonesia, Yoon Soon-Gu, pada Kamis (7/5/2026).
Pertemuan yang berlangsung di kantor Kemdiktisaintek tersebut menjadi momentum penting bagi pemerintah Indonesia untuk memperluas jaringan kolaborasi akademik dan riset bersama, khususnya pada fakultas berbasis kesehatan serta disiplin ilmu Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM).
Mendiktisaintek menegaskan bahwa fondasi kerja sama antara kampus-kampus di kedua negara sudah sangat kuat, namun potensi untuk berkembang masih terbuka lebar.
Pemerintah berharap kemitraan ini tidak hanya sekadar formalitas, tetapi menghasilkan proyek yang berdampak luas.
“Sudah banyak terjalin kolaborasi antara perguruan tinggi Indonesia dan Korea, dan kami berharap dapat meningkatkan jumlah kolaborasi tersebut. Kita juga bisa mengembangkan lebih banyak kolaborasi proyek strategis antara perguruan tinggi Indonesia dengan Korea,” ujar Mendiktisaintek.
Selain pendidikan, fokus utama dalam pertemuan ini adalah memastikan hasil riset dapat diimplementasikan ke dalam dunia industri atau hilirisasi. Beberapa sektor krusial yang menjadi prioritas kerja sama meliputi:
Ketahanan pangan dan energi hijau.
Pengembangan ekosistem kendaraan listrik dan teknologi baterai.
Eksplorasi mineral kritis serta pemanfaatan energi nuklir demi ketahanan energi nasional.