POLA JABAR – Banyak penumpang kerap terkejut saat ingin mengubah jadwal penerbangan, namun biaya reschedule justru lebih mahal dibanding membeli tiket baru.
Kondisi ini sering terjadi terutama pada masa liburan, termasuk periode Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Lalu, apa sebenarnya yang membuat biaya reschedule bisa membengkak?
1. Selisih Harga Tiket Awal dan Tiket Baru
Saat penumpang melakukan reschedule, maskapai akan menyesuaikan harga tiket dengan tarif terbaru pada tanggal yang baru dipilih.
Jika jadwal baru berada di periode high season, harga tiket biasanya jauh lebih tinggi. Selisih harga inilah yang membuat biaya reschedule menjadi mahal.
2. Adanya Biaya Administrasi Maskapai
Hampir semua maskapai mengenakan biaya administrasi untuk proses perubahan jadwal penerbangan.
Biaya ini mencakup layanan pemrosesan tiket oleh sistem dan petugas. Jumlahnya berbeda-beda, tergantung kebijakan masing-masing maskapai.