POLA JABAR - Ramadan kini telah berada di penghujung jalan, membawa kita pada fase yang paling dinantikan oleh setiap mukmin: sepuluh malam terakhir. Di antara malam-malam tersebut, tersembunyi satu permata yang nilainya tak tertandingi oleh masa sepanjang hayat manusia, yakni Lailatul Qadar. Beribadah di dalamnya bukan sekadar rutinitas, melainkan sebuah kesempatan emas untuk mereset lembaran hidup dan memohon takdir terbaik untuk tahun-tahun mendatang.
Namun, di tengah banyaknya zikir dan amalan, muncul sebuah pertanyaan mendasar: doa apakah yang paling utama untuk dipanjatkan? Mengutip ulasan mendalam dari kanal IslamOnline, inti dari malam kemuliaan ini adalah "pemaafan yang total".
Jawaban Rasulullah kepada Aisyah RA
Pilihan doa terbaik pada malam Lailatul Qadar tidak datang dari ijtihad sembarang orang, melainkan langsung dari lisan mulia Nabi Muhammad SAW. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi, Ummul Mukminin Aisyah RA pernah bertanya kepada Rasulullah: "Wahai Rasulullah, jika aku mengetahui malam mana yang merupakan Lailatul Qadar, apa yang sebaiknya aku ucapkan?"
Rasulullah SAW menjawab dengan mengajarkan untaian kalimat yang sangat padat namun sarat makna:
Teks Arab: اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
Teks Latin: Allahumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwa fa'fu 'annii.
Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf dan Engkau menyukai pemaafan, maka maafkanlah aku."