POLA JABAR – Pengurusan administrasi kependudukan (Adminduk) di Kota Bandung kini mengalami transformasi besar dengan sistem yang lebih terhubung dan mengikuti perjalanan hidup warganya.
Berdasarkan survei Teropong Daerah oleh Litbang Kompas periode Februari hingga Maret 2026, tingkat kepuasan masyarakat terhadap layanan ini menyentuh angka signifikan sebesar 84,3 persen.
Angka ini mencerminkan keberhasilan pemerintah dalam menciptakan proses yang cepat, sederhana, dan efisien.
Perubahan paradigma pelayanan terlihat dari cara dokumen diproses. Jika dahulu warga harus mengantre di kantor pelayanan, kini Adminduk hadir secara otomatis di momen-momen krusial kehidupan, mulai dari kelahiran hingga kematian.
Inovasi Berdasarkan Fase Kehidupan
Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) meluncurkan berbagai program unggulan yang terintegrasi dengan berbagai instansi:
Fase Kelahiran (Program Pelana): Melalui Pelayanan Adminduk di Tempat Persalinan, orang tua bisa langsung mendapatkan Akta Kelahiran, KK, dan KIA saat bayi lahir di 102 fasilitas kesehatan mitra, termasuk rumah sakit dan puskesmas.
Fase Pernikahan (Program Kompak Kang): Berkolaborasi dengan Kemenag di 30 kecamatan, pasangan yang baru menikah otomatis mendapatkan pembaruan status pada dokumen kependudukannya tanpa harus mengurus secara terpisah.
Fase Perubahan Status (Program Siap Pa): Integrasi dengan Pengadilan Agama memastikan dokumen kependudukan langsung diperbarui setelah adanya putusan pengadilan yang inkrah.