POLA JABAR – Di tengah pesatnya digitalisasi tahun 2026, data pribadi telah menjadi aset yang sangat berharga sekaligus incaran para peretas.

Seringkali, kebocoran data bukan terjadi karena sistem keamanan yang lemah, melainkan karena kebiasaan sepele pengguna yang kurang waspada saat berselancar di dunia maya.

Tanpa disadari, tindakan yang kita anggap remeh bisa menjadi pintu masuk bagi aksi phishing hingga pencurian identitas. Berikut adalah 5 kebiasaan digital berbahaya yang wajib Anda hindari:

1. Menggunakan Wi-Fi Publik untuk Transaksi Perbankan

Wi-Fi gratis di kafe atau bandara sangat berisiko. Peretas seringkali membuat jaringan palsu untuk mengintip aktivitas perangkat Anda (man-in-the-middle attack). Hindari login ke aplikasi perbankan atau memasukkan data kartu kredit saat tersambung ke koneksi publik tanpa VPN.

2. Sembarang Mengklik Link di Grup WhatsApp atau Email

Modus penipuan melalui link pendek (seperti bit.ly atau tinyurl) kini semakin canggih. Sekali klik, malware bisa terpasang secara otomatis di HP Anda untuk menyadap data. Selalu verifikasi sumber pengirim sebelum membuka tautan apa pun, terutama yang menjanjikan hadiah atau subsidi.

3. Menggunakan Password yang Sama untuk Semua Akun

Ini adalah kebiasaan paling umum sekaligus paling berbahaya. Jika salah satu platform yang Anda gunakan mengalami kebocoran data, peretas akan dengan mudah mencoba password tersebut di akun media sosial hingga email utama Anda. Gunakanlah password manager untuk membuat kode unik di tiap akun.