POLA JABAR - Susu sering disebut sebagai makanan sempurna karena kandungan kalsium, vitamin D, dan proteinnya. Namun, di balik manfaatnya, susu adalah media yang sangat disukai oleh bakteri berbahaya untuk berkembang biak. Tanpa penanganan yang tepat, segelas susu bisa menjadi sumber penyakit infeksi saluran pencernaan.

Melansir panduan dari Food and Drug Administration (FDA), menjaga keamanan susu dimulai dari cara kita memilih hingga cara menyimpannya di rumah. Inilah langkah-langkah krusial yang perlu Anda perhatikan.

Pentingnya Memilih Susu yang Terpasteurisasi FDA memberikan penekanan yang sangat tegas mengenai bahaya susu mentah (raw milk). Susu yang belum melewati proses pasteurisasi berisiko tinggi mengandung bakteri mematikan seperti Salmonella, E. coli, Listeria, hingga Campylobacter.

Pasteurisasi adalah proses pemanasan susu pada suhu tertentu dalam waktu singkat untuk membunuh bakteri patogen tanpa merusak nilai gizinya secara signifikan. FDA mengingatkan bahwa mengkonsumsi susu mentah tidak memberikan manfaat kesehatan lebih banyak daripada susu pasteurisasi, justru risikonya jauh lebih besar, terutama bagi anak-anak, ibu hamil, dan lansia.

Rantai Dingin yang Tidak Boleh Putus Keamanan susu sangat bergantung pada suhu. FDA menyarankan agar susu selalu disimpan pada suhu di bawah 4,5 derajat Celsius (40°F). Jangan pernah membiarkan susu berada di suhu ruangan lebih dari dua jam. Jika suhu udara sedang panas (di atas 32 derajat Celsius), batas waktu tersebut berkurang menjadi hanya satu jam saja.

Tips penting bagi Anda saat berbelanja di supermarket: ambillah produk susu di urutan terakhir sebelum menuju kasir. Hal ini dilakukan untuk meminimalkan waktu susu berada di luar suhu pendingin selama Anda berkeliling toko.

Cermat Memeriksa Tanggal Kedaluwarsa Meskipun terdengar sepele, memeriksa label adalah kewajiban. FDA menekankan bahwa tanggal "Sell-By" atau "Use-By" bukan sekadar hiasan. Jika susu sudah melewati tanggal tersebut, kualitasnya tidak lagi terjamin meskipun aromanya tampak masih normal. Ingat, bakteri penyebab keracunan makanan seringkali tidak mengubah rasa, bau, atau warna makanan.

Hindari Kontaminasi Silang di Rumah Setelah kemasan dibuka, susu menjadi lebih rentan terhadap kontaminasi dari lingkungan sekitar. Pastikan untuk selalu menutup rapat kembali kemasan susu setelah digunakan. Jangan mengembalikan susu yang sudah dituang ke dalam gelas kembali ke dalam botol aslinya, karena bakteri dari mulut atau udara luar bisa merusak seluruh isi botol.

Cara Menangani Susu Bubuk dan UHT Untuk susu bubuk atau susu UHT (Ultra High Temperature), mereka memang memiliki masa simpan yang lebih lama di suhu ruang sebelum dibuka. Namun, FDA mengingatkan bahwa begitu kemasan dibuka, aturan "rantai dingin" kembali berlaku. Susu UHT yang sudah terbuka harus segera masuk ke kulkas dan dikonsumsi dalam jangka waktu yang disarankan pada kemasan.