POLA JABAR - Siapa yang tidak menyukai kesegaran buah melon di siang hari yang terik? Buah yang kaya akan kandungan air ini sering kali menjadi primadona dalam es buah atau sekadar camilan potong. Namun, tahukah Anda bahwa cara kita memotong, mencuci, hingga menyimpan melon sangat menentukan seberapa banyak nutrisi yang benar-benar terserap oleh tubuh?

Mengacu pada standar keamanan pangan dan nutrisi dari EatRight.org, melon bukan sekadar buah pelepas dahaga, melainkan sumber vitamin A dan C yang luar biasa asalkan kita tahu cara mengelolanya dengan benar.

Langkah Pertama yang Sering Terlupakan: Mencuci Kulitnya 

Mungkin terdengar aneh mencuci kulit buah yang tidak kita makan. Namun, para ahli nutrisi sangat menekankan pentingnya menyikat kulit luar melon di bawah air mengalir sebelum dipotong. 

Mengapa? Tekstur kulit melon yang kasar dan berpori merupakan tempat persembunyian sempurna bagi bakteri seperti Salmonella atau Listeria. Jika tidak dicuci, pisau yang menembus kulit akan membawa bakteri tersebut langsung ke dalam daging buah yang kita makan.

Seni Menentukan Kematangan Sempurna 

Mengkonsumsi melon dalam kondisi belum matang (underripe) tidak hanya memberikan rasa tawar, tetapi juga tekstur yang keras bagi pencernaan. Sebaliknya, melon yang terlalu matang kehilangan sebagian besar kadar vitamin C-nya. 

Tips dari pakar adalah dengan menekan bagian ujung bawah melon (bekas bunga); jika terasa sedikit empuk dan mengeluarkan aroma harum yang lembut, itu tandanya melon siap memberikan nutrisi maksimal.

Potong dan Segera Sajikan