POLA JABAR - Kacang almond merupakan salah satu camilan sehat yang paling populer di dunia. Namun, seringkali muncul perdebatan mengenai cara terbaik untuk mengkonsumsinya: apakah harus dikupas atau dimakan bersama kulit tipis cokelatnya?
Berdasarkan data medis yang dihimpun dari Medical News Today, jawabannya sangat jelas yakni kulit almond sangat aman untuk dimakan dan justru menyimpan segudang manfaat nutrisi yang sering kali terbuang jika dikupas.
Kandungan Nutrisi di Balik Kulit Almond
Banyak orang memilih mengupas kulit almond (almond blanching) karena alasan tekstur atau estetika dalam masakan.
Padahal, kulit almond adalah rumah bagi sebagian besar antioksidan yang terkandung dalam kacang tersebut. Kulit tipis ini kaya akan polifenol, sejenis senyawa tanaman yang membantu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan oksidatif.
Ketika Anda mengkonsumsi almond bersama kulitnya, Anda mendapatkan asupan serat yang lebih tinggi. Serat sangat krusial untuk menjaga kesehatan pencernaan dan memberikan efek kenyang lebih lama, yang sangat membantu dalam manajemen berat badan.
Sinergi Antioksidan dan Vitamin E
Penelitian menunjukkan bahwa flavonoid yang ditemukan dalam kulit almond bekerja secara sinergis dengan vitamin E yang ada di dalam daging kacangnya. Kombinasi ini terbukti lebih efektif dalam menurunkan kadar kolesterol LDL (kolesterol jahat) dibandingkan jika kita hanya mengkonsumsi daging kacangnya saja.
Medical News Today mencatat bahwa konsumsi almond utuh dapat mendukung kesehatan jantung secara optimal. Antioksidan ini berperan penting dalam mencegah oksidasi kolesterol, yang merupakan langkah kunci dalam mencegah penyumbatan pembuluh darah.