POLA JABAR - Kacang hijau merupakan salah satu bahan pangan fungsional yang sangat populer di dapur Indonesia, mulai dari sajian bubur yang hangat hingga isian kue yang legit. Namun, seringkali hasil masakan tidak sesuai harapan kacang sulit empuk, aromanya langu, atau justru hancur tidak merata. Masalah ini biasanya berakar dari satu hal: kualitas bahan mentah yang kurang baik.

Mengacu pada prinsip pemilihan bahan pangan yang ketat seperti yang sering diulas oleh para pakar di Serious Eats.com, kualitas kacang-kacangan kering sangat bergantung pada kesegaran dan cara penyimpanannya. Berikut adalah panduan detail untuk memastikan Anda mendapatkan kacang hijau dengan kualitas terbaik.

1. Perhatikan Kejernihan Warna Hijau

Kacang hijau yang berkualitas tinggi ditandai dengan warna hijau yang cerah, pekat, dan konsisten. Hindari membeli kacang yang warnanya terlihat kusam, kecokelatan, atau memutih seperti terkena bedak. Warna yang memudar biasanya menandakan bahwa kacang tersebut sudah disimpan terlalu lama di gudang. 

Kacang hijau yang sudah tua cenderung kehilangan kandungan kelembapan alaminya, sehingga membutuhkan waktu masak yang jauh lebih lama dan teksturnya tidak akan pernah selembut kacang segar.

2. Cek Keseragaman Ukuran dan Bentuk

Dalam dunia kuliner profesional, keseragaman adalah kunci kematangan yang merata. Pilihlah kacang hijau yang memiliki ukuran biji hampir sama satu sama lain. 

Jika dalam satu kemasan terdapat campuran biji yang besar dan kecil, maka saat dimasak, biji yang kecil akan hancur menjadi bubur sementara biji yang besar mungkin masih keras di bagian tengahnya. Selain itu, pastikan bentuknya bulat utuh dan tidak ada yang pecah-pecah.

3. Waspadai Tanda-Tanda Kerusakan Serangga