POLA JABAR - Bagi banyak orang yang sedang menjalani program diet, memilih sumber protein seringkali menjadi tantangan tersendiri. Ayam dan telur biasanya menjadi pilihan utama, sementara makanan laut seperti udang seringkali dihindari karena reputasinya yang dianggap tinggi kolesterol. Namun, apakah benar udang harus dicoret dari menu diet Anda?

Merujuk pada data kesehatan dari Mayo Clinic, udang sebenarnya memiliki profil nutrisi yang sangat menarik untuk mereka yang ingin memangkas lemak tubuh. Mari kita bedah lebih dalam mengapa makanan laut ini bisa menjadi senjata rahasia dalam perjalanan transformasi tubuh Anda.

Salah satu kunci utama dalam menurunkan berat badan adalah defisit kalori tanpa mengorbankan massa otot. Di sinilah udang menunjukkan keunggulannya. Udang merupakan sumber protein tanpa lemak (lean protein) yang sangat efisien.

Dalam satu porsi udang matang (sekitar 85 gram), kalori yang terkandung hanya berkisar antara 80 hingga 100 kalori. Angka ini tergolong rendah jika dibandingkan dengan porsi yang sama pada daging sapi atau bahkan paha ayam. Protein yang tinggi pada udang juga memberikan efek mengenyangkan lebih lama, sehingga membantu Anda menekan keinginan untuk ngemil di luar jam makan.

Selain protein, udang kaya akan nutrisi yang mendukung kesehatan secara menyeluruh. Udang mengandung iodine atau yodium, mineral penting yang dibutuhkan untuk fungsi tiroid yang optimal. Perlu diingat bahwa kelenjar tiroid berperan besar dalam mengatur metabolisme tubuh. Jika metabolisme berjalan lancar, proses pembakaran lemak pun akan lebih efektif.

Selain itu, udang mengandung antioksidan bernama astaxanthin. Zat inilah yang memberikan warna kemerahan pada udang saat dimasak. Penelitian menunjukkan bahwa astaxanthin dapat membantu mengurangi peradangan dalam tubuh, yang seringkali menjadi penghambat bagi seseorang untuk menurunkan berat badan secara konsisten.

Menjawab Mitos Kolesterol

Banyak orang ragu makan udang karena takut kolesterol naik. Faktanya, meskipun udang memang mengandung kolesterol yang lebih tinggi dibanding ikan, kandungan lemak jenuhnya (saturated fat) sangat rendah.

Pakar kesehatan di Mayo Clinic menjelaskan bahwa bagi sebagian besar orang, lemak jenuh dalam makanan justru lebih berpengaruh pada kenaikan kolesterol darah dibandingkan kolesterol dari makanan itu sendiri. Selama dikonsumsi dalam batas wajar dan tidak dibarengi dengan saus berlemak tinggi, udang tetap menjadi pilihan yang aman dan menyehatkan bagi jantung.