POLA JABAR - Kacang mede merupakan salah satu camilan paling populer di dunia karena teksturnya yang lembut dan rasanya yang gurih. Namun, saat berada di supermarket, kita seringkali dihadapkan pada dua pilihan utama: mede mentah (raw) atau mede panggang (roasted).

Banyak orang bertanya-tanya, apakah proses pemanggangan akan merusak nutrisi di dalamnya? Atau justru mede mentah memiliki risiko kesehatan tertentu? Berdasarkan data dari Healthline, berikut adalah ulasan mendalam mengenai perbedaan keduanya agar Anda tidak salah pilih.

Mengenal Proses Pengolahan Mede

Penting untuk dipahami bahwa kacang mede yang labelnya "mentah" di toko sebenarnya tidak sepenuhnya mentah. Kacang mede secara alami mengandung urushiol, zat kimia yang sama ditemukan pada tanaman beracun (poison ivy). 

Oleh karena itu, semua mede yang dijual secara komersial setidaknya telah melalui proses penguapan atau pemanasan singkat untuk menghilangkan zat berbahaya tersebut.

Perbedaan utamanya terletak pada proses lanjutannya. Mede panggang biasanya diproses dengan suhu tinggi untuk meningkatkan aroma dan kerenyahan, baik secara kering (dry roasted) maupun menggunakan minyak (oil roasted).

Perbandingan Kandungan Nutrisi

Secara garis besar, profil nutrisi antara mede mentah dan panggang sangat serupa. Keduanya merupakan sumber lemak sehat, protein, serat, serta mineral penting seperti tembaga, magnesium, dan mangan.

Namun, proses pemanggangan dapat mengubah komposisi lemak dan antioksidan dalam skala kecil. Mede yang dipanggang pada suhu tinggi dalam waktu lama dapat menyebabkan lemak tak jenuh di dalamnya mengalami oksidasi. Selain itu, beberapa jenis vitamin sensitif panas, seperti vitamin B1 (thiamine), mungkin akan sedikit berkurang jumlahnya pada mede panggang.