POLA JABAR – Seringkali kita merasa kecewa saat melihat sayuran hijau seperti bayam, kangkung, atau sawi sudah berubah warna menjadi kuning dan berlendir hanya dalam dua hari di dalam kulkas. Sayuran hijau memang memiliki kadar air yang tinggi, sehingga secara alami sangat rentan terhadap proses pembusukan oleh bakteri dan jamur.
Agar stok sayuran Anda tetap fresh dan crunchy hingga dua minggu ke depan, berikut adalah cara medis—secara higienitas pangan—yang bisa Anda praktikan:
1. Jangan Cuci Sayur Sebelum Disimpan
Ini adalah kesalahan paling umum. Mencuci sayuran sebelum masuk kulkas akan meninggalkan sisa kelembapan yang tinggi pada sela-sela daun. Kelembapan berlebih ini adalah pemicu utama pertumbuhan mikroorganisme pembusuk. Sebaiknya, cuci sayuran hanya saat Anda akan memasaknya saja.
2. Sortir Daun yang Rusak
Sebelum disimpan, periksalah ikatan sayur Anda. Jika ada daun yang sudah mulai kuning, layu, atau busuk, segera buang. Daun yang rusak mengandung gas etilen yang dapat mempercepat proses pembusukan pada daun sehat di sekitarnya.
3. Gunakan Alas Tisu Dapur (Paper Towel)
Tisu dapur berfungsi sebagai penyerap kelembapan alami. Bungkuslah sayuran hijau dengan tisu dapur sebelum memasukkannya ke dalam wadah atau plastik. Tisu ini akan menyerap uap air yang dihasilkan dari proses respirasi sayuran di dalam kulkas, sehingga daun tetap kering namun tidak layu.