POLA JABAR - Membeli semangka seringkali terasa seperti berjudi. Dari luar tampak hijau dan segar, namun saat dibelah di rumah, isinya justru pucat, keras, atau bahkan terlalu lembek. Padahal, semangka yang sempurna adalah kunci kesegaran di cuaca panas.

Mengacu pada panduan dari The Spruce Eats, sebenarnya ada indikator fisik yang jelas untuk menentukan tingkat kematangan semangka tanpa harus membelahnya terlebih dahulu. Anda hanya perlu sedikit lebih jeli saat berada di tumpukan buah swalayan atau pasar tradisional.

Berikut adalah panduan mendetail untuk memastikan Anda membawa pulang semangka yang manis, merah, dan juicy.

1. Cari "Field Spot" atau Bercak Kuning Mentega

Langkah pertama yang paling krusial adalah membalikkan buah semangka. Perhatikan bagian bawahnya yang menempel ke tanah saat masih tumbuh di pohon. Bagian ini disebut sebagai field spot.

Jika bercak tersebut berwarna kuning krem atau kuning mentega (creamy yellow), itu pertanda semangka sudah matang sempurna di pohon. Sebaliknya, jika bercaknya berwarna putih atau bahkan tidak ada, berarti semangka tersebut dipetik terlalu dini dan kemungkinan besar rasanya akan hambar atau "berair" saja tanpa rasa manis.

2. Angkat dan Rasakan Bobotnya

Ukuran bisa menipu, tapi berat tidak pernah bohong. Saat memilih semangka, cobalah mengangkat dua buah yang ukurannya relatif sama. Pilihlah yang terasa paling berat di antara keduanya.

Semangka yang matang mengandung kadar air yang sangat tinggi (sekitar 92%). Berat yang solid menandakan bahwa buah tersebut penuh dengan sari buah (juice) dan telah mencapai puncak kematangannya. Jika terasa ringan untuk ukurannya, kemungkinan besar serat di dalamnya sudah mulai mengering atau "berpasir".