POLA JABAR – Amerika Latin identik dengan budaya sepak bola dan tarian tango, namun siapa sangka kawasan ini juga memiliki salah satu mahakarya arsitektur Islam yang sangat megah. Pusat Budaya Islam Raja Fahd (King Fahd Islamic Cultural Center) yang terletak di Buenos Aires, Argentina, memegang predikat medis—atau secara rekor—sebagai masjid terbesar di seluruh Amerika Latin.
Berikut adalah beberapa fakta unik yang perlu Anda ketahui tentang pusat peradaban Islam di ujung selatan dunia ini:
1. Berdiri di Atas Tanah Hibah Presiden Argentina
Sejarah berdirinya masjid ini bermula pada tahun 1995. Setelah melakukan kunjungan resmi ke Arab Saudi, Presiden Argentina saat itu, Carlos Menem, memberikan hibah tanah negara seluas 34.000 meter persegi. Lokasinya pun sangat bergengsi, yakni di kawasan Palermo, salah satu distrik paling elit dan hijau di kota Buenos Aires.
2. Dinamai Setelah Raja Fahd dari Arab Saudi
Sebagai bentuk penghormatan atas dukungan penuh dari pemerintah Kerajaan Arab Saudi dalam pembangunannya, pusat budaya ini dinamai berdasarkan nama Raja Fahd bin Abdulaziz Al Saud. Proyek pembangunan ini merupakan salah satu investasi budaya terbesar Arab Saudi di luar negeri untuk mendukung komunitas Muslim di wilayah Amerika Latin.
3. Diresmikan pada Tahun 2000
Setelah melalui proses pembangunan yang detail, kompleks megah ini resmi dibuka untuk umum pada tahun 2000. Arsitekturnya memadukan elemen modern dengan sentuhan khas Timur Tengah yang sangat kental. Menaranya yang menjulang tinggi menjadi landmark baru di langit Buenos Aires, bersanding dengan bangunan-bangunan bergaya Eropa di sekitarnya.