POLAJABAR - Biasanya jelang Natar dan Tahun Baru (Nataru) ataupun hari-hari besar, biasanya permintaan bahan pokok mengalami lonjakan.

Guna mengantisipasi hal tersebut, Pemda Provinsi Jawa Barat memastikan ketersediaan stok barang pokok menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

Kendatipun demikian, langkah antisipasi dan mitigasi sejatinya akan tetap dilakukan guna menjaga stabilitas harga dan kelancaran distribusi.

Hal tersebut diungkap oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Barat Nining Yuliastiani.

Ia menyatakan, meskipun secara umum stok aman, pihaknya memberikan perhatian khusus pada komoditas yang secara historis fluktuatif.

Seperti komoditas bawang merah, cabai, minyak goreng, daging ayam ras serta telur ayam ras.

“Khusus untuk daging ayam ras dan telur ayam ras, posisi Jawa Barat saat ini surplus. Dalam tata niaga, Jabar bahkan menjadi pemasok bagi provinsi lain seperti Jakarta, meskipun ada juga pasokan silang dari wilayah lain. Yang kami cermati saat ini adalah koordinasi agar kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang memanfaatkan komoditas ini secara harian tetap terpenuhi tanpa mengganggu stok pasar,” ujar Nining di Bandung, Jum’at (12/12/2025) seperti dilansir pada laman bappeda.jabarprov.

Sementara itu khusus untuk komoditas minyak goreng, khususnya Minyakita, distribusi kini diperkuat melalui BUMN Pangan (Bulog dan ID Food) dengan target distribusi minimal 35 persen untuk mempercepat jangkauan ke masyarakat.

Lebih lanjut, Nining mengimbau kepada masyarakat Jawa Barat agar tetap tenang dan tidak melakukan panic buying atau belanja berlebihan.