POLAJABAR - Jelang Nataru 2026, Pemda Provinsi Jawa Barat memastikan ketersediaan stok barang pokok menjelang Natal dan Tahun Baru 2026 dalam kondisi aman.
Kendatipun begitu, langkah antisipasi dan mitigasi tetap dilakukan untuk menjaga stabilitas harga serta kelancaran untuk proses distribusi.
Terkait hal tersebut, diungkap oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Barat Nining Yuliastiani.
Ia menyatakan, meskipun secara umum stok aman, pihaknya akan memberikan perhatian khusus pada komoditas yang secara historis fluktuatif.
Komuditas-komuditas yang akan menjadi perhatian tersebut, adalah bawang merah, cabai, minyak goreng, daging ayam ras serta telur ayam ras.
“Khusus untuk daging ayam ras dan telur ayam ras, posisi Jawa Barat saat ini surplus. Dalam tata niaga, Jabar bahkan menjadi pemasok bagi provinsi lain seperti Jakarta, meskipun ada juga pasokan silang dari wilayah lain." ungkapnya.
Tidak hanya itu, ia juga menyoroti terkait kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang memanfaatkan komoditas ini secara harian.
"Yang kami cermati saat ini adalah koordinasi agar kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang memanfaatkan komoditas ini secara harian tetap terpenuhi tanpa mengganggu stok pasar,” ujar Nining.
Dalam Operasi Pasar Bersubsidi (OPADI), masyarakat mendapatkan paket barang pokok berisi 3 kg beras premium, 1 liter minyak goreng premium, 1 kg gula pasir, dan 1 kg tepung terigu.