POLA JABAR - Peuyeum, penganan fermentasi dari singkong atau ketan, menjadi ikon kuliner Jawa Barat. Makanan ini dikenal dengan rasa manis, asam, dan sedikit alkohol yang dihasilkan dari proses fermentasi.

Proses pembuatan peuyeum melibatkan mikroorganisme, terutama ragi Saccharomyces cerevisiae, yang mengubah karbohidrat menjadi gula sederhana dan kemudian menjadi alkohol. Proses ini menghasilkan cita rasa khas peuyeum.

1. Peuyeum Singkong

Peuyeum singkong adalah jenis yang paling umum ditemui. Singkong yang digunakan biasanya adalah singkong mentega yang memiliki tekstur lembut dan rasa manis.

Proses pembuatannya dimulai dengan mengupas dan mencuci bersih singkong. Kemudian, singkong dikukus hingga matang dan didinginkan. Setelah dingin, singkong ditaburi ragi dan diperam selama beberapa hari hingga proses fermentasi berlangsung.

2. Peuyeum Ketan

Selain singkong, ketan juga dapat diolah menjadi peuyeum. Peuyeum ketan memiliki rasa yang lebih legit dan tekstur yang lebih lengket dibandingkan peuyeum singkong.

Ketan yang digunakan biasanya adalah ketan hitam atau ketan putih. Proses pembuatannya hampir sama dengan peuyeum singkong, yaitu ketan dicuci, dikukus, didinginkan, ditaburi ragi, dan diperam.

3. Peuyeum Gantung