POLA JABAR - Seringkali, solusi untuk meningkatkan suasana hati (mood) dapat ditemukan di dapur, tepatnya pada buah-buahan seperti jeruk. Lebih dari sekadar camilan segar, jeruk menyimpan senyawa aktif yang terbukti secara ilmiah mampu memengaruhi kimia otak dan mengurangi gejala stres. 

Mengapa jeruk memiliki kekuatan mood-boosting yang luar biasa? Jawabannya terletak pada kombinasi unik antara kandungan nutrisi, aroma, dan dampak fisiologisnya pada sistem saraf.

Jeruk adalah salah satu sumber terkaya Vitamin C. Peran Vitamin C dalam meningkatkan kekebalan tubuh memang sudah terkenal, tetapi dampaknya pada kesehatan mental dan mood sering terabaikan. 

Vitamin C adalah kofaktor penting dalam sintesis beberapa neurotransmiter, termasuk norepinefrin dan serotonin. Serotonin, khususnya, sering disebut sebagai "hormon kebahagiaan" karena perannya dalam mengatur mood, tidur, dan nafsu makan. Dengan memastikan pasokan Vitamin C yang cukup, jeruk secara langsung mendukung produksi senyawa kimia otak yang membuat Anda merasa lebih baik.

Selain nutrisi internal, aroma jeruk juga memainkan peran terapi yang signifikan. Sumber kesehatan mental seperti Verywell Mind sering membahas peran aromaterapi dari minyak esensial jeruk. Minyak citrus telah lama digunakan untuk mengurangi kecemasan dan stres. 

Menghirup aroma kulit jeruk atau minyaknya dapat merangsang sistem limbik di otak, area yang bertanggung jawab atas emosi. Hasilnya adalah efek menenangkan dan peningkatan kewaspadaan tanpa rasa gelisah, menjadikan jeruk alat sederhana namun efektif untuk mengelola stres harian.

Mekanisme Jeruk dalam Mengelola Stres dan Kecemasan

1. Melawan Stres Oksidatif di Otak

Kondisi stres berkepanjangan dapat memicu stres oksidatif, yang dapat merusak sel-sel otak dan mempengaruhi fungsi kognitif serta suasana hati. Jeruk dikemas dengan antioksidan (selain Vitamin C), seperti flavonoid.