POLA JABAR - Selama ini, kacang polong mungkin hanya dianggap sebagai pelengkap hiasan piring atau bahan tambahan dalam sup. Namun, dalam cakrawala nutrisi modern, sayuran polong-polongan (legumes) ini mulai mendapatkan pengakuan sebagai salah satu senjata alami terbaik untuk melawan inflamasi atau peradangan dalam tubuh.
Mengacu pada studi yang diterbitkan dalam Journal of Food Science, kacang polong mengandung senyawa bioaktif yang bekerja secara sistemik untuk menekan respons peradangan kronis. Lantas, apa yang membuat si kecil hijau ini begitu efektif dalam menjaga stabilitas internal tubuh kita?
Kandungan Fitonutrien yang Unik
Peradangan kronis merupakan akar dari berbagai penyakit degeneratif, mulai dari arthritis, penyakit jantung, hingga diabetes tipe 2. Kacang polong menawarkan perlindungan melalui kandungan fitonutrien unik seperti pisumsaponins I dan II, serta pisomosides A dan B. Senyawa-senyawa ini hampir secara eksklusif ditemukan dalam kacang polong.
Para peneliti menemukan bahwa zat-zat ini memiliki kemampuan untuk menghambat aktivitas enzim pro-inflamasi dalam tubuh. Dengan berkurangnya aktivitas enzim tersebut, tingkat kerusakan sel akibat peradangan dapat ditekan secara signifikan, memberikan perlindungan pada jaringan ikat dan pembuluh darah.
Antioksidan Melimpah untuk Melawan Stres Oksidatif
Inflamasi dan stres oksidatif adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Ketika tubuh mengalami kelebihan radikal bebas, peradangan akan meningkat. Kacang polong kaya akan vitamin C, vitamin E, dan mineral zink yang merupakan pilar utama sistem pertahanan antioksidan.
Lebih dari itu, kulit luar kacang polong mengandung flavonoid seperti catechin dan epicatechin, serta asam fenolat seperti asam ferulat dan asam kafeat. Kombinasi nutrisi ini bekerja bahu-membahu menetralkan radikal bebas sebelum mereka sempat memicu respons inflamasi pada tingkat sel.