POLA JABAR - Dalam dunia kuliner, kita sering mencampuradukkan segala sesuatu yang renyah dan kecil ke dalam satu kategori besar bernama "kacang". Mulai dari isi toples lebaran hingga camilan di bar, kacang tanah biasanya bersanding manis dengan almond, mete, dan hazelnut. Namun, jika kita melihat dari kacamata botani, kacang tanah sebenarnya sedang melakukan penyamaran besar.
Meskipun memiliki kata "kacang" dalam namanya, secara biologis kacang tanah memiliki garis keturunan yang sangat berbeda dengan kacang pohon (tree nuts). Lantas, apa yang membedakannya dan mengapa klasifikasi ini penting bagi kesehatan kita? mari kita bahas menurut informasi dari healthline.com.
Mayoritas orang menganggap kacang adalah segala benih yang terbungkus cangkang keras. Namun, menurut studi literatur botani, perbedaan utamanya terletak pada cara tanaman tersebut tumbuh dan struktur buahnya.
1. Definisi Kacang Pohon (Tree Nuts)
Kacang pohon seperti almond, walnut, hazelnut, dan pecan tumbuh di pepohonan. Secara teknis, mereka adalah buah berbiji tunggal yang memiliki cangkang luar yang sangat keras dan tidak terbuka sendiri saat matang.
2. Karakteristik Kacang Tanah (Legum)
Kacang tanah (Arachis hypogaea) justru merupakan bagian dari keluarga Fabaceae atau polong-polongan (legum). Ia berkerabat dekat dengan kedelai, lentil, dan buncis. Berbeda dengan kacang pohon, kacang tanah tumbuh di dalam polong di bawah permukaan tanah. Inilah alasan mengapa dalam bahasa Inggris ia disebut peanut (kacang polong) atau groundnut (kacang tanah).
Memahami bahwa kacang tanah adalah legum bukan sekadar urusan teori biologi. Ada implikasi nyata, terutama dalam aspek medis dan nutrisi:
Alergi yang Berbeda: Seseorang bisa saja memiliki alergi parah terhadap kacang pohon namun tetap aman mengonsumsi kacang tanah, begitupun sebaliknya. Protein pemicu alergi pada legum berbeda dengan protein pada pohon kacang.