POLA JABAR - Dalam dunia nutrisi anak, kacang tanah seringkali menjadi topik yang memicu perdebatan di kalangan orang tua. Di satu sisi, ia dikenal sebagai sumber energi yang luar biasa, namun di sisi lain, bayang-bayang alergi makanan sering kali menimbulkan kekhawatiran. Padahal, jika menilik riset terbaru yang sering diulas oleh pakar di Parents.com, kacang tanah bukan hanya aman, tetapi juga sangat bermanfaat bagi pertumbuhan anak asalkan diberikan dengan cara yang benar.

Kacang tanah sebenarnya bukan sekadar camilan. Ia adalah pembangkit tenaga nutrisi yang mendukung kecerdasan dan kekuatan fisik si kecil sejak dini.

Kacang tanah mengandung protein nabati yang lebih tinggi dibandingkan jenis kacang pohon lainnya. Bagi anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan aktif, protein sangat dibutuhkan untuk membangun jaringan otot dan memperbaiki sel-sel tubuh. Selain protein, kacang tanah kaya akan asam lemak tak jenuh sehat yang sangat vital untuk perkembangan otak.

Tak hanya itu, kehadiran vitamin B, vitamin E, serta mineral seperti magnesium dan fosfor membantu menjaga sistem metabolisme dan kesehatan tulang anak. Dengan memberikan porsi yang tepat, Anda sebenarnya sedang memberikan investasi nutrisi jangka panjang bagi kesehatan jantung dan daya tahan tubuh mereka.

Salah satu terobosan medis terbesar dalam satu dekade terakhir adalah perubahan panduan mengenai alergi. Jika dulu orang tua disarankan untuk menunda pemberian kacang hingga anak berusia 3 tahun, kini para ahli justru menyarankan sebaliknya.

Berdasarkan studi yang didukung oleh National Institutes of Health (NIH), memperkenalkan produk kacang sejak bayi mulai mengkonsumsi makanan pendamping ASI (sekitar usia 4 hingga 6 bulan) justru dapat menurunkan risiko pengembangan alergi kacang hingga lebih dari 70 persen. 

Paparan dini membantu sistem imun anak untuk mengenali protein kacang sebagai sesuatu yang aman, bukan sebagai ancaman yang harus dilawan.

Meskipun sehat, cara pemberian adalah kunci yang tidak boleh diabaikan. Kesalahan fatal yang sering terjadi adalah memberikan kacang utuh kepada balita. Perlu diingat bahwa kacang tanah utuh adalah risiko tersedak yang nyata bagi anak di bawah usia lima tahun.

Cara terbaik untuk menyajikan kacang tanah bagi anak adalah dalam bentuk yang sudah dihaluskan atau diolah. Anda bisa mencampurkan sedikit selai kacang yang teksturnya sangat halus ke dalam bubur atau yogurt. Pastikan selai kacang yang digunakan tidak mengandung tambahan gula atau garam berlebih guna menjaga kualitas nutrisi yang diterima si kecil.