POLA JABAR - Selama ini anggur lebih dikenal sebagai bahan utama pembuatan jus atau produk fermentasi. Namun, penelitian terbaru yang dimuat dalam jurnal Frontiers in Neuroscience mengungkapkan fakta yang jauh lebih mendalam: anggur memiliki potensi besar dalam menjaga kesehatan sistem saraf pusat (SSP) manusia.

Dibalik rasanya yang manis dan segar, anggur menyimpan senyawa aktif yang bekerja di tingkat seluler untuk melindungi otak dari berbagai ancaman, mulai dari stres oksidatif hingga peradangan saraf.

Komponen paling tersohor dalam anggur adalah resveratrol, sejenis polifenol yang banyak ditemukan pada kulit anggur merah dan hitam. Resveratrol telah menjadi subjek penelitian intensif karena kemampuannya menembus sawar darah otak (blood-brain barrier).

Setelah masuk ke dalam sistem saraf, senyawa ini bekerja sebagai antioksidan kuat. Ia menetralkan radikal bebas yang dapat merusak neuron (sel saraf). Berdasarkan laporan ilmiah, konsumsi rutin asupan kaya polifenol ini dapat membantu menghambat akumulasi plak amiloid, yang sering dikaitkan dengan risiko penyakit Alzheimer.

Peradangan saraf (neuroinflammation) adalah musuh tersembunyi yang sering menyebabkan penurunan fokus, kelelahan mental, atau yang populer disebut sebagai brain fog. Polifenol dalam anggur bertindak sebagai agen anti-inflamasi yang menenangkan respon imun berlebih di dalam otak.

Dalam jangka panjang, kemampuan anggur untuk menjaga lingkungan saraf tetap stabil sangat krusial. Sistem saraf pusat yang bebas dari peradangan kronis memungkinkan transmisi sinyal antar saraf berjalan lebih cepat dan efisien. Hal ini berdampak langsung pada kecepatan berpikir dan kemampuan memori jangka pendek.

Kesehatan saraf pusat tidak bisa dipisahkan dari kesehatan vaskular atau pembuluh darah. Anggur diketahui mengandung senyawa yang mendukung produksi nitrit oksida, sebuah molekul yang membantu merelaksasi pembuluh darah.

Dengan pembuluh darah yang lebih elastis, aliran darah yang membawa oksigen dan nutrisi ke otak menjadi lebih lancar. Pasokan oksigen yang konsisten adalah kunci utama agar sistem saraf pusat dapat berfungsi secara optimal, terutama saat melakukan tugas-tugas kognitif yang berat.

Salah satu temuan paling menarik dalam Frontiers in Neuroscience adalah potensi anggur dalam mendukung neuroplastisitas kemampuan otak untuk membentuk koneksi baru dan beradaptasi.