POLA JABAR - Pada Sabtu 29 November 2025 diadakan kegiatan Kajian Rutin Kopiah Forum Ulama-Umaro Utama (F3U), kegiatan tersebut digagas sebagai sebuah gerakan moral untuk memperkuat persaudaraan dan menyatukan hati warga Kota Bandung.
Pada kesempatan tersebut, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyampaikan, jika forum tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial semata, tetapi embrio gerakan yang ingin dibangun secara organik bersama para ulama, tokoh masyarakat, dan para pemangku kebijakan di Kota Bandung.
“Pendopo ini adalah rumah warga Bandung. Saya ingin tempat ini menjadi ruang untuk bertemu, berdiskusi, berdoa, dan saling mengingatkan. Forum ini lahir bukan untuk acara formal, tapi untuk menyatukan hati dan merawat kepekaan kita sebagai pemimpin,” ujar Farhan di Pendopo Kota Bandung.
Dirinya mengakui jika perjalanan hampir setahun memimpin Kota Bandung telah memberinya banyak pengingat.
Dirinya juga mengingatkan, perlunya sensitivitas dan kemampuan mendengarkan suara warga, terutama dalam menghadapi berbagai paradoks kehidupan perkotaan seperti persoalan sampah, pelayanan publik, hingga dinamika sosial masyarakat.
“Saya belajar satu hal penting, kemampuan mendengarkan. Bukan hanya mendengarkan dengan telinga, tetapi dengan hati. Forum seperti ini membantu saya tetap melunakkan hati, menajamkan pikiran, dan menghaluskan perasaan agar saya terus berada di jalur yang benar,” tuturnya.
Farhan berharap jika Kajian Rutin Kopiah F3U dapat menjadi ruang penjaga moral bersama sekaligus wahana introspeksi bagi para pemimpin, ASN, dan masyarakat Kota Bandung.
“Ini adalah ikhtiar kita untuk merawat Bandung dari sisi paling mendasar: hati warganya. Semoga forum ini menjadi pengikat silaturahmi dan pengingat bagi kami dalam menjalankan amanah,” ujarnya.
Kajian F3U juga dihadiri Ustaz Erick Yusuf, Kiai Athian Ali, serta sejumlah tokoh ulama, budayawan, dan komunitas.