POLA JABAR - Kacang almond sering kali dijuluki sebagai superfood. Di balik ukurannya yang kecil, almond menyimpan segudang manfaat mulai dari menjaga kesehatan jantung hingga menurunkan kadar kolesterol. Namun, bagi Anda yang sedang menjalani program penurunan berat badan, ada satu hal yang seringkali terlupakan: almond memiliki densitas kalori yang cukup tinggi.

Melansir dari laman kesehatan WebMD, memahami profil nutrisi almond adalah kunci agar Anda bisa mendapatkan manfaatnya tanpa harus khawatir berat badan melonjak. Lantas, seberapa banyak kalori di dalamnya dan bagaimana cara terbaik mengkonsumsinya?

Secara rata-rata, satu ons almond (sekitar 23 butir atau satu genggam kecil) mengandung kurang lebih 160 hingga 170 kalori. Angka ini mungkin terdengar kecil, namun tanpa sadar, sifat almond yang "renyah dan bikin nagih" sering kali membuat seseorang mengkonsumsinya secara berlebihan.

Sebagian besar kalori dalam almond berasal dari lemak. Namun, jangan salah kaprah. Lemak yang terkandung dalam almond adalah lemak tak jenuh tunggal yang sangat baik untuk kesehatan jantung. Lemak jenis ini justru membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan meningkatkan profil lemak darah secara keseluruhan.

Mengapa Almond Bagus untuk Diet Meski Tinggi Kalori?

Meski kalorinya tidak bisa dibilang rendah, banyak pakar nutrisi tetap memasukkan almond dalam menu diet. Ada beberapa alasan kuat di baliknya:

  1. Kandungan Protein dan Serat Tinggi: Almond kaya akan protein nabati dan serat. Kombinasi keduanya menciptakan efek kenyang lebih lama. Hal ini mencegah Anda untuk mencari camilan lain yang mungkin lebih tidak sehat.

    Penyerapan Kalori yang Tidak Sempurna: Fakta unik dari almond adalah tubuh kita tidak menyerap semua kalori yang tertera di label kemasan. Tekstur almond yang keras membuat dinding selnya sulit dipecah sepenuhnya oleh enzim pencernaan, sehingga sebagian lemak "terperangkap" dan langsung terbuang dari tubuh.

    Meningkatkan Metabolisme: Mengonsumsi kacang-kacangan dalam porsi moderat diketahui dapat memberikan sedikit dorongan pada metabolisme basal tubuh.