POLA JABAR - Pare (Momordica charantia L.) telah lama dikenal dalam pengobatan tradisional di berbagai belahan dunia, sebuah reputasi yang tampaknya berbanding lurus dengan rasa pahitnya yang khas. Rasa pahit ini, yang sering kali dihindari, justru merupakan petunjuk kuat akan kekayaan kandungan fitokimia di dalamnya senyawa bioaktif alami yang bertanggung jawab atas berbagai efek farmakologisnya.
Berbagai penelitian, termasuk yang dipublikasikan dalam Journal of Ethnopharmacology dan jurnal sejenis, telah berupaya membedah senyawa-senyawa ini dan mengkonfirmasi manfaat kesehatan yang dipercaya secara turun-temurun.
Secara umum, skrining fitokimia pada buah, daun, dan biji Pare menunjukkan adanya konsentrasi signifikan dari berbagai golongan senyawa metabolit sekunder. Di antara yang paling sering diidentifikasi adalah flavonoid, terpenoid (termasuk triterpenoid), alkaloid, saponin, dan tanin. Kehadiran berbagai senyawa ini, seringkali bekerja secara sinergis, lah yang memberikan dasar ilmiah bagi peran Pare sebagai tanaman obat.
Flavonoid, misalnya, merupakan kelompok antioksidan yang kuat. Penelitian menunjukkan bahwa ekstrak Pare, terutama pada daun dan buahnya, mengandung flavonoid yang signifikan.
Peran utama flavonoid dalam konteks ini adalah sebagai agen antioksidan, membantu menangkap radikal bebas yang merupakan pemicu utama kerusakan sel dan penyakit degeneratif, termasuk kanker. Selain itu, flavonoid juga dikaitkan dengan aktivitas anti-inflamasi, membantu meredam respons peradangan dalam tubuh.
Efek Anti-inflamasi dan Regulasi Imun
Golongan terpenoid, khususnya triterpenoid, menjadi fokus utama dalam studi Pare, dengan mormodicine dan charantin sebagai contoh senyawa yang paling banyak dipelajari. Senyawa-senyawa pahit ini, selain memberikan rasa khas, memiliki potensi besar sebagai agen anti-inflamasi.
Studi menunjukkan bahwa fraksi ekstrak tertentu dari buah Pare mampu mengurangi kadar Tumor Necrosis Factor Alpha (TNF-$\alpha$), sebuah penanda inflamasi yang penting dalam respons imun dan berbagai kondisi peradangan kronis. Aktivitas ini menggarisbawahi potensi Pare dalam mengelola kondisi yang berhubungan dengan inflamasi.
Potensi Hipoglikemik dan Antidiabetes