POLA JABAR - Gelato sering kali dianggap sebagai "kembaran" es krim, namun bagi para pecinta kuliner dan pemerhati kesehatan, keduanya memiliki profil yang sangat berbeda. Sebagai kudapan beku khas Italia, gelato menawarkan tekstur yang lebih padat dan rasa yang lebih intens. Namun, di balik kelezatannya, memahami apa yang terkandung dalam setiap suapannya menjadi sangat penting bagi mereka yang tetap ingin menjaga keseimbangan nutrisi.
Mengacu pada data komposisi pangan yang dihimpun dalam basis data Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA), gelato memiliki struktur gizi yang unik dibandingkan dengan hidangan pencuci mulut beku lainnya. Berikut adalah rincian kandungan gizi gelato yang perlu Anda pahami.
1. Proporsi Lemak yang Lebih Rendah
Salah satu perbedaan paling signifikan yang tercatat dalam data nutrisi adalah kandungan lemaknya. Berbeda dengan es krim gaya Amerika yang menggunakan banyak krim dan minimal mengandung 10 persen lemak, gelato lebih banyak menggunakan susu cair.
Secara rata-rata, gelato mengandung sekitar 4 hingga 9 persen lemak. Hal ini menjadikan gelato pilihan yang lebih ringan bagi mereka yang ingin membatasi asupan lemak jenuh harian tanpa kehilangan sensasi creamy saat menyantap dessert. Rendahnya kandungan lemak ini juga yang memungkinkan lidah kita menangkap rasa bahan dasar, seperti buah atau kacang-kacangan, secara lebih tajam.
2. Kepadatan Kalori dan Karbohidrat
Meskipun lemaknya lebih rendah, gelato memiliki kepadatan yang lebih tinggi karena proses pengadukannya yang lambat sehingga mengandung sedikit udara. Hal ini berarti dalam volume yang sama, gelato memiliki massa yang lebih berat daripada es krim.
Kandungan kalori dalam seporsi gelato (sekitar 100 gram) biasanya berkisar antara 160 hingga 250 kalori, tergantung pada varian rasanya. Karbohidrat utama dalam gelato berasal dari laktosa (gula alami susu) dan sukrosa yang ditambahkan untuk menjaga tekstur agar tetap lembut dan tidak membeku menjadi es keras. Bagi individu yang memantau asupan gula, penting untuk memperhatikan ukuran porsi guna menjaga stabilitas gula darah.