POLA JABAR - Udang telah lama menjadi primadona dalam dunia kuliner seafood. Teksturnya yang kenyal dan rasanya yang gurih manis membuatnya mudah dipadukan dengan berbagai bumbu. Namun, dibalik kelezatannya, banyak orang sering ragu mengkonsumsi udang karena isu kolesterol. Lantas, bagaimana fakta sebenarnya jika dilihat dari kacamata medis dan data nutrisi?
Merujuk pada data Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA), udang sebenarnya termasuk dalam kategori makanan padat gizi yang sangat luar biasa. Mari kita bedah lebih dalam apa saja yang terkandung dalam satu porsi udang.
Profil Makronutrisi: Rendah Kalori, Tinggi Protein
Salah satu keunggulan utama udang adalah profil kalorinya yang sangat rendah namun memiliki kandungan protein yang sangat tinggi. Dalam satu porsi udang seberat 100 gram (sekitar 3,5 ons) yang dimasak dengan metode kukus atau rebus, Anda hanya mendapatkan sekitar 99 kalori.
Kandungan proteinnya mencapai sekitar 24 gram, menjadikannya salah satu sumber protein hewani paling efisien bagi Anda yang sedang menjalani program penurunan berat badan atau pembentukan otot. Yang menarik, udang hampir tidak mengandung karbohidrat, sehingga sangat ramah bagi pelaku diet keto atau penderita diabetes.
Lemak Sehat dan Debat Kolesterol
Mari bicara jujur tentang kolesterol. Memang benar bahwa udang memiliki kadar kolesterol yang lebih tinggi dibandingkan jenis ikan lainnya, yakni sekitar 189 miligram per 100 gram. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa kolesterol dalam makanan tidak selalu berdampak buruk pada kolesterol darah bagi mayoritas orang.
Udang mengandung asam lemak omega-3 dan omega-6 yang baik untuk kesehatan jantung dan otak. Selama udang tidak digoreng dengan tepung (deep-fried) atau dimasak dengan mentega berlebih, manfaat lemak sehatnya tetap bisa dirasakan secara optimal.
Mikronutrisi: Gudang Mineral Langka