POLA JABAR – Pelaksanaan ibadah Ramadan 1447 H atau tahun 2026 ini diwarnai dengan perbedaan awal puasa antara Muhammadiyah dengan Pemerintah serta Nahdlatul Ulama (NU). Bagi warga Muhammadiyah yang telah memulai puasa lebih awal, pertanyaan mengenai kapan pelaksanaan salat tarawih terakhir menjadi penting untuk mempersiapkan diri menyambut hari kemenangan.

Berdasarkan Maklumat Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Nomor 2/MLM/I.0/E/2025, berikut adalah rincian jadwal akhir Ramadan bagi warga Muhammadiyah:

1. Tarawih Terakhir pada Rabu, 18 Maret 2026

Muhammadiyah menetapkan bahwa tarawih terakhir pada Ramadan 2026 jatuh pada Rabu malam, 18 Maret 2026. Ini merupakan malam ke-30 Ramadan 1447 H. Penetapan ini sejalan dengan keputusan Muhammadiyah bahwa bulan suci Ramadan tahun ini digenapkan menjadi 30 hari (istikmal).

2. Kamis Malam Sudah Masuk 1 Syawal

Pada Kamis malam, 19 Maret 2026, masjid-masjid Muhammadiyah sudah tidak lagi menyelenggarakan salat tarawih. Hal ini dikarenakan pada Kamis malam tersebut sudah memasuki waktu 1 Syawal 1447 H. Sebagai gantinya, umat Muslim akan mulai mengumandangkan takbir untuk menyambut Idul Fitri yang jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.

3. Dasar Penetapan Hisab

Berbeda dengan metode rukyatul hilal (melihat bulan), Muhammadiyah menggunakan metode hisab dan kriteria Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT). Berdasarkan perhitungan tersebut, ijtimak jelang Syawal terjadi pada Kamis, 19 Maret 2026 pukul 01.23.28 UTC. Karena posisi hilal sudah memenuhi Parameter Kalender Global (PKG), maka kepastian tanggal lebaran sudah dapat ditentukan jauh-jauh hari tanpa harus menunggu pantauan mata telanjang.

4. Menutup Ramadan dengan Istiqomah