POLA JABAR - Banyak orang menganggap jagung hanya sebagai pengganti nasi atau sekadar camilan di pinggir jalan. Namun, di balik butiran kuningnya yang manis, jagung menyimpan kekuatan besar bagi kesehatan perut kita.
Menurut ulasan dari Harvard Health Publishing, jagung termasuk dalam kategori biji-bijian utuh (whole grains) yang memegang peran kunci dalam menjaga sistem metabolisme tubuh tetap prima.
Lalu, apa saja manfaat spesifik jagung bagi pencernaan? Mari kita bedah lebih dalam.
1. Sumber Serat Tak Larut yang Melimpah
Salah satu alasan utama mengapa jagung sangat baik bagi usus adalah kandungan seratnya. Jagung kaya akan serat tidak larut (insoluble fiber). Berbeda dengan serat yang larut dalam air, serat jenis ini tidak hancur di dalam usus, melainkan membantu mendorong kotoran keluar lebih cepat.
Harvard Health Publishing mencatat bahwa asupan serat yang cukup dari biji-bijian utuh seperti jagung dapat mencegah sembelit dan menjaga keteraturan buang air besar.
2. Mencegah Risiko Divertikulitis
Divertikulitis adalah kondisi peradangan pada kantong-kantong kecil di dinding usus besar. Dahulu, penderita kondisi ini disarankan untuk menghindari biji-bijian karena takut tersangkut.
Namun, penelitian terbaru yang dikutip oleh para ahli di Harvard menunjukkan bahwa konsumsi serat tinggi dari jagung justru berhubungan dengan penurunan risiko terkena penyakit divertikular ini.