POLA JABAR - Bagi banyak orang yang menjalani diet tinggi protein, keju seringkali dianggap sebagai makanan yang harus dihindari karena reputasinya sebagai sumber lemak dan kalori tinggi. Namun, pandangan ini perlu diperbarui, sebab keju sebenarnya dapat menjadi sumber protein berkualitas tinggi yang sangat baik, asalkan dipilih dengan cerdas.
Keju merupakan produk olahan susu yang mengandung protein kasein, protein lambat serap yang sangat efektif untuk menjaga rasa kenyang lebih lama dan mendukung pemulihan otot, menjadikannya pilihan ideal untuk atlet atau mereka yang ingin menurunkan berat badan.
Kunci utama dalam memanfaatkan keju untuk diet tinggi protein adalah dengan memprioritaskan jenis keju yang memiliki rasio protein per gram lemak atau protein per kalori yang tinggi. Sebagai contoh, beberapa jenis keju segar atau keras tertentu menawarkan kandungan protein yang setara dengan daging, tetapi dengan fleksibilitas yang lebih besar untuk dimasukkan ke dalam berbagai hidangan, mulai dari salad hingga camilan pasca-latihan, sesuai anjuran dari ahli nutrisi di Livestrong.
Memilih keju yang tepat tidak hanya soal kandungan protein total, tetapi juga tentang meminimalkan asupan zat lain yang tidak diinginkan dalam diet tinggi protein, seperti lemak jenuh dan natrium berlebih.
Dalam konteks diet yang berfokus pada protein, keju yang melalui proses pengolahan minimal dan memiliki kandungan air yang tinggi cenderung menjadi pilihan yang lebih baik karena memiliki kepadatan kalori yang lebih rendah.
Misalnya, keju yang dibuat dengan whey atau susu skim akan secara alami mengandung lemak yang jauh lebih sedikit dibandingkan keju yang dibuat dari krim penuh.
Protein adalah makronutrien yang vital untuk perbaikan sel, produksi hormon, dan, yang paling penting dalam diet ini, sintesis protein otot. Oleh karena itu, bagi mereka yang membatasi asupan kalori atau lemak, beralih dari keju berlemak tinggi (seperti Mascarpone atau Cream Cheese) ke pilihan yang lebih ringan adalah strategi yang efektif. Dengan memilih keju yang tepat, Anda dapat menikmati rasa dan tekstur yang memuaskan tanpa mengorbankan tujuan nutrisi Anda.
Selain nutrisi makro (protein dan lemak), keju juga memberikan nutrisi mikro penting, terutama kalsium. Kalsium tidak hanya penting untuk kesehatan tulang, tetapi juga berperan dalam kontraksi otot dan metabolisme.
Dalam diet tinggi protein, di mana asupan kalsium terkadang perlu diperhatikan, keju berfungsi sebagai sumber kalsium yang bio-tersedia (mudah diserap tubuh) yang sangat efektif.